Selasa, 07 Desember 2010

Tips-Tips dalam memelihara ular

Memilih ular

Ular-ular yang baik dan sehat dapat dilihat dari penampilan fisiknya, berikut adalah ciri-cirinya:
  1. Warna dan pola kulitnya harus sesuai dengan spesiesnya, terang, cerah, dan tidak kusam. Tidak tampak adanya kerutan pada kulit yang menunjukan kurus atau dehidrasi yang sudah akut.
  2. Bereaksi apabila anda melambaikan tangan di depannya.
  3. Ular yang membuka mulutnya dalam jangka yang lama menunjukan adanya masalah kesehatan.
  4. Ular yang sehat selalu menjulurkan lidahnya sekitar 40 kali per menit yang disebut dengan tongue-flick.
  5. Ular yang sehat tidak bermasalah dalam hal mengonsumsi makanan. Ciri-ciri ular yang mengalami masalah kesehatan diantaranya adanya muntahan makanan di kandang, kotoran terlalu keras/lembek, cairan urin terlalu banyak/ sedikit, dan konstipasi.
  6. Hidung ular tidak ada cairan di hidung dan mulut. Mulut dan anusnya juga terlihat bersih.
kandang
  1. Kandang harus nyaman dan aman.
  2. kandang dapat berbentuk terarium atau akuarium
  3. Ukuran dan dimensi akuarium harus disesuaikan dengan jenis ularnya dan kemudian panjang ularnya. Jenis ular terestrial (hidup di atas tanah) panjang terariumnya sekitar 2/3 dari panjang ularnya, sedangkan lebar dan tingginya 1/2 dari panjang ularnya. Sementara untuk jenis aboreal (hidup di pepohonan) panjang dan lebar terarium sama seperti yang terestrial yaitu 2/3 dan 1/2, namun tingginya berbeda, karena hidup di pepohonan jadi tingginya terarium harus lebih tinggi dari panjang total ular.
  4. Untuk alas kandang diusahakan menggunakan pasir atau kertas koran. dan JANGAN menggunakan serutan kayu, karena dikhawatirkan dapat melukai fisik dari ular tersebut. Namun yang lebih praktis digunakan adalah kertas koran.
  5. Hindari peletakan kandang dekat benda bergetar. karena, ular sangat peka terhadap getaran. Jadi, lebih baik anda tidak meletakan terarium ular anda di sebelah TV, di atas kulkas, atau berdekatan dengan benda elektronik lainnya. Hal ini dapat menyebabkan ular stress dan mudah terkena penyakit.
  6. Pilih jenis lampu yang tepat. ular tidak perlu pencahayaan yang khusus. Pastikan ular anda dapat kondisi siang dan malam (12 jam siang dan 12 jam malam). Jangan terlalu banyak cahaya pada malam hari pada jenis Nocturnal karena dapat menyebabkan ular stres, baiknya anda menggunakan lampu khusus ular Nocturnal. Untuk jenis python tidak memerlukan lampu UV, cukup dengan lampu pijar biasal. karena selain sebagai pencerah, juga bisa sebagai penghangat. Atur jarak lampu ke ular agar ular anda nyaman, jangan terlalu dekat dan jangan pula terlalu jauh.


Selasa, 16 November 2010

ULAR

Klasifikasi Ular
kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
SubPhylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
SubOrdo : Serpentes

Dalam kelompok ular terdapat jenis ular berbisa dan tidak berbisa. Namun jumlah ular yang berbisa jauh lebih sedikit dari jumlah ular tidak berbisa yang begitu banyak jumlahnya. Ular berbisa yang paling sering kita liat atau tahu ialah cobra. Reptil ini memiliki variasi ukuran dan corak yang begitu banyak.

Seperti Reptil lainnya, ular ditemukan di seluruh belahan dunia kecuali Antartika. Ada sekitar 15 family ular dari >400 genus dan hampir 3000 spesies. Tapi dari 15 family itu, bagi hobiis dikenal hanya 3 family, yaitu: phytonidae (piton), boidae (boa), colubridae (colubrid).

Di kalangan pencinta repril, ular memang menjadi pilihan terfavorit. Karena, perawatan ular memang lebih mudah dari reptil-reptil lainnya, dan ular memiliki corak-corak yang unik. ular hanya butuh makan dalam periode tertentu, misal seminggu sekali bahkan sampai berbulan-bulan sekali.

Yang disayangkan ialah banyaknya info-info yang salah mengenai si ular ini. semisal mitos lama yang menyatakan bahwa ular itu jelmaan iblis, dan adanya movie-movie yang menggambarkan keganasan ular. contohnya film anaconda yang menggambarkan keluarga Boa yang mengejar manusia. padahal anaconda bukan tipe ular yang agresif.

Jenis-jenis ular:

Venomus














Python















Boa











Morelia












Colubrid
















sourch picture...

http://www.constrictors.com
http://www.kingsnake.com
http://notonlygreen.blogspot.com/
http://www.naturfoto-cz.de/
http://www.kyherpsoc.org/
http://www.kapanlagi.com/foto/wallpaper/animals/wildlife/green-viper-snake.html

Senin, 16 Agustus 2010

Kura-kura Air Tawar

Kura-kura air tawar biasa menghabiskan hidupnya di dalam air. Ia hanya keluar dari dalam air hanya saat ingin menghitup udara dan berjemur, biasanya kura-kura berjemur pada jam 8.00 - 11.00 (disaat matahari masih bersahabat). Untuk memudahkannya berenang, kura-kura memiliki selaput diantara jari-jarinya.

Kura-kura air pada umumnya adalah Omnivora, tetapi ada beberapa jenis kura-kura air tawar yang Karnivora misalnya Aligator snapping dan Common snapping.
Pemberian pakan jangan monoton (itu-itu saja), disarankan agar bervariasi. Pelet khusus untuk kura air disarankan jangan terlalu sering diberikan, berseling dengan pakan alami. Tapi untuk kura-kura yang masih sangat kecil tidak apa-apa diberi pelet, karena saat masih kecil kura-kura biasanya labih karnivora dan masih memerlukan protein yang banyak untuk pertumbuhannya. Pemberian pakan bisa dilakukan sehari sekali, jangan terlalu banyak karena kura-kura anda nanti akan mengalami obesitas. Sehingga kura-kura akan sulit memasukan kepala, kaki, dan ekor ke tempurungnya.

INFO
Ada beberapa penyebab yang mungkin membuat kura-kura air anda mogok makan, diantaranya:
-Stres/sakit
-Makanan yang diberikan tidak cocok
-Suhu kandang rendah (dingin)
-Berebutan makanan denga kura-kura lain yang lebih kuat
-Penempatan makanan yang salah

Kura-kura semi aquatik perlu disediakan air untuk minum dan mendinginkan tubuh serta berenang, juga daratan untuk berjemur. Tapi Lebih baik lagi jika diberikan ruangan atau semacam goa untuk kura-kura berlindung. Tempatkan kura-kura di tempat yang jauh dari kebisingan serta cukup luas, tapi jangan terlalu luas karena, kura-kura akan kesulitan mencari makan, kecuali jika anda suapi. Ketinggian air untuk semi aquatik diusahakan jangan terlalu tinggi agar memudahkannya untuk mengambil nafas ke permukaan atas air, maksimal setinggi panjang karapasnya saja. Kecuali Kura-kura full aquatik bisa diberi air sedikit lebih tinggi.
Kebersihan air sangat penting bagi kesehatan kura-kura, maka perlu di jaga kebersihan airnya. Air sebaiknya diganti setiap hari, karena kotoran dan sisa makanan akan membuat air keruh dan berbau. Jika tidak ingin capek-capek mengganti air, anda bisa memasang filter dalam aquarium/kolam, tapi dengan memasang filter bukan berarti kolam/aquarium tidak perlu diganti airnya. Untuk filter yang berkualitas rendah disarankan diganti minimal seminggu sekali, dan untuk yang berkualitas sangat tinggi bisa diganti lebih dari sebulan sekali.

Daratan juga berperan sangat penting bagi kura-kura. Karena dengan berjemur, karapas kura-kura akan semakin lebih kuat dan akan mematikan jamur yang ada di atas karapas dan plastron. Sinar matahari diperlukan untuk pembentukan vitamin D dalam kulit dan membantu memperlancar pencernaan makanan. Sinar UVA berguna untuk mengenali pakan dan pasangan yang cocok bagi kura-kura, dan sinar UVB untuk menyintesis vit D3 karena zat tersebut penting untuk memperbaiki tulang pada kura-kura. Jika keadaan tidak memungkinkan untuk berjemur, anda dapat memasang lampu khusus reptil. Tapi jangan jadikan lampu sebagai sumber utama sinar&kehangatan, karena yang lebih baik adalah sinar matahari.
Kebanyakan orang mengira kura-kura air (semi aquatik) lebih memerlukan daerah berair yang lebih banyak dibanding daratan, tetapi sesungguhnya kura-kura semakin dewasa akan semakin sering ke daratan.


Contoh beberapa kura-kura air tawar:

Coura amboinensis (Kura Ambon)














Trachemys scripta elegans (Kura Brazil)












sourch:Jaxsprout

Macrochelys temminckii (Aligator Snapping)












sourch:Cheloniapolys

Sabtu, 31 Juli 2010

Penyu si kura-kura air asin

Penyu sepanjang hidupnya menghabiskan waktu di air asin (di laut). Ia pergi ke daratan hanya ketika hendak bertelur (kecuali pejantan), dan pergi ke permukaan air hanya untuk mengambil nafas karena penyu bernafas dengan paru-paru. Meskipun membawa batoknya, penyu tidak bisa menyembunyikan kepala, kaki, dan buntutnya.
Karena sepenuhnya hidup di air, penyu tidak memiliki jari-jari yang berselaput, tapi keempat kakinya berbentuk dayung yang memudahkannya untuk berenang mengitari laut yang luas. penyu dapat menempuh jarak 3.000 km hanya dalam waktu 58-73 hari.
Dari ratusan telur penyu yang di keluarkan oleh induk betina, paling hanya ada belasan yang dapat hidup hingga dewasa dan kembali kedaratan.














Di dunia hanya ada 7 jenis penyu, yaitu:

Penyu Hijau (Chelonia mydas)













Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)











Penyu Kemp's Ridley (Lepidochelys kempi)












Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)










Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)










Penyu Pipih
(Natator depressus)









Penyu Tempayan (Caretta caretta)












Semua penyu tersebut pernah terlihat di perairan Indonesia. Tapi hanya ada satu penyu yang belum pernah terlihat yaitu penyu Kemp's ridley. Penyu yang paling besar adalah penyu belimbing yang bobotnya bisa mencapai 6-9 kuintal dan panjangnya kurang lebih 3 m, dan yang terkecil adalah penyu lekang yang berbobot hanya 50kg.
Hampir semua jenis penyu tersebut dilindungi oleh undang-undang nasional, maupun internasional karena jumlahya makin sedikit. Hanya penyu pipih yang diperkirakan tidak terancam.

SAYA TIDAK AKAN MENERANGKAN CARA MERAWAT PENYU. KARENA, PENYU ITU SEHARUSNYA DILINDUNGI DAN HIDUP BEBAS DI LAUT. BUKAN DI RUMAH ANDA YANG MEMILIKI PENYU....

Kamis, 29 Juli 2010

KURA-KURA

Kura-kura...

Pasti yang ada di pikiran anda seekor hewan melata hewan melata yang selalu membawa rumahnya (tempurung) kemana-mana, serta corak warnanya beraneka ragam dan unik-unik.

Kura-kura di bagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Kura-kura darat (tortoises)
  2. Kura-kura air tawar (fresh water turtles)
  3. kura-kura laut atu penyu (sea turtle)




Berdasarkan makanannya kura-kura juga dibagi menjadi tiga kelompok, yakni:

  1. Pemakan tumbuhan (herbivora)
  2. Pemakan daging (karnivora)
  3. Pemakan tumbuhan dan daging (omnivore)

CIRI-CIRI

Semua kura-kura tidak memiliki gigi. Jadi, untuk mengunyah atau memotong makanannya kura-kura menggunakan alat bantu berupa tulang pipih yang keras di moncongnya.

KURA DARAT:

Memiliki kaki yang lebih besar dan berjari 4 tidak ada selaput pada sela-sela jarinya. Memiliki tempurung yang lebih besar.

KURA AIR:

Kakinya lebih kecil dan berjari 5 serta ada selaput di sela-sela jarinya. Rata-rata kura air memiliki tempurung yang lebih pendek dari kura darat.

Tentang kura darat dan air akan di jelaskan pada post berikutnya

Kura-kura di bumi kita ini ada banyak sekali hingga sekitar 260 spesies, di Indonesia saja ada kurang lebih 45 spesies termasuk penyu. Tapi tidak semua kura-kura dapat di pelihara, karena ada sebagian kura-kura yang tergolong langka. Kura-kura dapat di temui hamper di setiap tempat di alam, seperti gurun, padang rumput, hutan, rawa, sungai dan laut. Tapi sekarang hewan yang lucu ini susah untuk di temukan di alam aslinya, salah satunya karena pemburuan liar.


Suku-suku kura-kura diantaranya:

Anak bangsa Pleurodira

Chelidae, kura-kura leher ular

Suku ini dinamai demikian karena kebanyakan anggotanya memiliki leher yang panjang. Karena tak dapat ditarik masuk, kepala kura-kura ini hanya dilipat menyamping di sisi tubuhnya di bawah lindungan pinggiran tempurung badannya.

Suku kura-kura leher ular menyebar terutama di Papua dan Australia serta pulau-pulau di sekitarnya, dan di Amerika Selatan. Di luar tempat-tempat tersebut ditemukan pula di Pulau Rote, Nusa Tenggara. Habitat kura-kura ini adalah perairan tawar. Beberapa jenisnya yang ada di Indonesia, di antaranya:

  • Kura-kura rote (Chelodina mccordi)
  • Kura-kura papua (Chelodina novaeguineae)
  • Kura-kura perut putih (Elseya branderhosti)

Pelomedusidae

Seperti kerabat terdekatnya, Chelidae, anggota suku ini merupakan kura-kura air tawar. Kura-kura ini hidup di Amerika Selatan, Afrika dan Madagaskar dan tidak didapati di Indonesia.

Anak bangsa Cryptodira

Cheloniidae, penyu

Penyu hidup sepenuhnya akuatik di lautan. Kecuali yang betina ketika bertelur, penyu boleh dikatakan tidak pernah lagi menginjak daratan setelah dia mengenal laut semenjak menetas dahulu. Kepala, kaki dan ekor penyu tak dapat ditarik masuk ke tempurungnya. Kaki-kaki penyu yang berbentuk dayung, dan lubang hidungnya yang berada di sisi atas moncongnya, merupakan bentuk adaptasi yang sempurna untuk kehidupan laut.

Penyu tersebar luas di samudera-samudera di seluruh dunia. Dari tujuh spesies anggota suku ini, enam di antaranya ditemukan di Indonesia. Beberapa contohnya adalah:

Dermochelyidae, penyu belimbing

Suku penyu ini hanya memiliki satu anggota saja, yakni penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Hidup di lautan-lautan besar hingga ke daerah dingin, penyu ini merupakan kura-kura terbesar yang masih hidup. Panjang tubuhnya (panjang karapas) dapat mencapai 3 m, meski umumnya hanya sekitar 1.5 m atau kurang, dan beratnya mendekati 1 ton.

Chelydridae

Suku ini terdiri dari kura-kura air tawar berekor panjang dan berkepala besar, yang menyebar di Amerika. Dengan perkecualian satu marga anggotanya (Platysternon) yang menyebar di Tiongkok dan Indochina. Beberapa ahli memasukkan Platysternon ke dalam suku tersendiri, Platysternidae. Tidak ada di Indonesia.

Kinosternidae

Yakni suku kura-kura air tawar kecil dari Amerika bagian tengah. Hewan yang mampu mengeluarkan bau tak enak ini tidak terdapat di Indonesia.

Dermatemyidae

Juga menyebar terbatas di Amerika Tengah. Dermatemys berukuran relatif besar dan hidup di sungai-sungai.

Carettochelyidae, labi-labi moncong babi

Suku ini hanya memiliki satu anggota yang hidup, yakni labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta). Lainnya telah punah dan hanya ditemukan dalam bentuk fosil. Labi-labi ini menyebar terbatas di Papua bagian selatan dan di Australia bagian utara.

Trionychidae, labi-labi

Menyebar luas di Amerika utara, (Eropa ?), Afrika dan Asia, ini adalah suku labi-labi yang paling banyak jenisnya. Di Australia, suku ini hanya tinggal berupa fosil. Beberapa contohnya dari Indonesia adalah:

Emydidae

Ini adalah suku kura-kura akuatik dan semi akuatik yang hidup di air tawar di Eropa, Asia dan terutama di Amerika. Emydidae merupakan salah satu suku kura-kura terbesar dari segi jumlah anggotanya. Tidak ada spesiesnya di Indonesia kecuali dalam bentuk hewan introduksi sebagai hewan peliharaan. Salah satu contohnya yang banyak dipelihara di Indonesia adalah kura-kura telinga merah (Trachemys scripta).

Geoemydidae

Merupakan suku kura-kura yang terbanyak anggotanya, Geoemydidae (dahulu disebut Bataguridae) terutama menyebar di Asia Tenggara. Di luar itu, anggota suku ini juga ditemukan di Afrika bagian utara, Erasia dan Amerika tropis. Ini adalah suku kura-kura air tawar yang terutama hidup di sungai-sungai, meskipun sering pula ditemui di daratan. Di Indonesia terdapat sekitar 11 jenisnya. Di antaranya:

Testudinidae, kura-kura darat sejati

Adalah suku kura-kura darat dengan banyak anggota yang tersebar luas di seluruh dunia. Kura-kura raksasa dari Kepulauan Galapagos dan kura-kura darat berumur panjang dari Kep. Seychelles di atas termasuk ke dalam suku ini. Dua anggotanya terdapat di Indonesia:






Anak bangsa Paracryptodira

Telah punah.


MOHON MAAF JIKA ADA SALAH PENGETIKAN…. TERIMAKASIH SEBANYAK-BANYAKNYA KEPADA YANG SUDAH MEMBACA

Sourch: www. Wikipedia.org

Sumber gambar:




Selasa, 27 Juli 2010

REPTIL

Kalian tahu tentang Reptil? Ya, reptil adalah hewan melata yang berdarah dingin, tapi bukan darahnya dingin loh. Yang dimaksud berdarah dingin adalah hewan yang hanya mendapat panas tubuh dari lingkungan sekitarnya. Lebih dari 8ribu spesies reptil tinggal di bumi kita ini. Di stiap benua pasti kita akan menemukan reptil kecuali benua antartika yang digin yang tidak memungkinkan reptil untuk tinggal disana.
Reptil di bagi menjadi 4 ordo yaitu:
1. Ordo Crocodilia terdiri dari buaya-buaya.
2. Ordo Sphenodontia terdiri dari tuatata
3. Ordo Squamata terdiri dari kadal-kadalan dan ular-ularan
4. Ordo Testudinata terdiri dari kura-kura, penyu, bulus.

reptil juga mudah dalam perawatannya, merawat reptil tidak semahal dan serumit merawat mamalia seperti kucing,kelinci,anjing dll. reptil tidak perlu makan terlalu sering seperti mamalia yang makan 2/3 kali sehari.
keunikan reptil biasanya dari morph yang dimilikinya, semakin bagus morphnya semakin mahal pula harganya, apalagi jika reptil tersebut albino. Tentang Albino nanti saya posting di postingan berikutnya...